Strategi Akreditasi Jurnal

Akreditasi menjadi perhatian penting karena berpengaruh pada nilai seorang dosen ataupun sebuah universitas. Ketatnya pengawasan pada akreditasi menuntut pengelola jurnal untuk jeli dan teliti dalam manajemen jurnal yang dikelolanya.

Selama ini masih ada kesalahan persepsi tentang syarat jurnal yang bisa diakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna). Beberapa pengelola jurnal beranggapan bahwa syarat minimal sebuah jurnal bisa diakreditasi adalah empat edisi, hal tersebut ternyata salah. Andri P. Kesmawan, Koordinator Pusat RJI yang juga evaluator Arjuna menerangkan bahwa syarat jurnal yang akan diakreditasi adalah jurnal yang telah mencapai usia terbitan dua tahun dengan minimal empat edisi. Kedepan, syarat jurnal akreditasi tidak ada lagi jurnal cetak tetapi online jurnal.

Dalam kegiatan ToT Tata Kelola Jurnal Elektronik tahun 2017, Andri mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan mendasar penilaian akreditasi jurnal terbaru. “Pada akreditasi jurnal sebelumnya, yang ditekankan adalah hasil, sedangkan pada penilaian jurnal mendatang yang ditekankan adalah proses pengelolaan jurnal”, terang Andri.

Pada kesempatan ini Andri juga membagikan beberapa strategi yang bisa mulai dipersiapkan oleh para pengelola jurnal untuk menghadapi akreditasi jurnal antara lain setiap jurnal wajib menampilkan seluruh riwayat peninjauan ulang oleh reviewer pada aplikasi OJS dan konsistensi penulisan pada artikel baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Comments are closed.