Sabtu (24/2) Relawan Jurnal Indonesia (RJI) bekerjasama dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa mengadakan kegiatan workshop bedah jurnal menuju DOAJ dan penggunaan aplikais reference manager Mendeley. Adapun tujuan dari penyelenggaraan acara ini menurut Bapak Sri Adi Widodo adalah untuk membangun silaturahmi antara sesama pengelola jurnal, utamaya dari UST bisa membangun komunikasi dengan pengelola jurnal lain yang memiliki focus dan scope yang sama. UST sendiri menargetkan 70% jurnal yang mereka kelola terindeks di DOAJ.

Sesi pertama diisi dengan materi tata cara pengajuan jurnal ke DOAJ. Dalam penyampainnya, Syarief Fajaruddin (Tutor RJI Jogja) mengatakan ada beberapa hal yang perlu persiapkan oleh para pengelola jurnal sebelum mengajukan indexing ke DOAJ. Yang pertama adalah memastikan ISSN sesuai dengan nama jurnal yang ditampilkan pada halaman OJS. Selain itu, Pengelola jurnal juga harus memastikan website yang mereka gunakan tidak dicampur aduk dengan konten selain jurnal.

Dalam proses pengajuan indexing DOAJ, ada bebarapa pertanyaan yang harus diisi oleh pengelola jurnal. Sebelum mengisi pertanyaan tersebut, pengelola jurnal harus memastikan apakah settingan jurnalnya sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh DOAJ.

Kegiatan bedah jurnal ini ditutup dengan materi mengenai penggunaan aplikasi reference manager Mandeley. Ketua Kordinator Daerah RJI Jogja, Tri Andi dalam penyampaiannya menuturkan bahwa penggunaan aplikasi reference manager sangat bermanfaat baik bagi penulis maupun pengelola jurnal.

RJI kerja sama dengan UST adakan Kegiatan Workshop Bedah Jurnal Menuju DOAJ

Post navigation