Training of Trainer (TOT) yang digelar oleh Relawan Jurnal Indonesia (RJI) menggelar workshop Manajemen Penerbitan dan Tata Kelola Jurnal. Heri Nurdianto selaku Tutor RJI Lampung memfasilitasi para peserta workshop yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kesempatan ini digunakan untuk memberikan penjelasan mengenai peran-peran penting pengelolah jurnal terutama dalam Electronic Publishing yang menggunakan Online Journal System (OJS). Dalam laman online, pengelolaan jurnal secara garis besar dapat dirumuskan kedalam manajemen situs, manajemen jurnal, dan manajemen penerbitan.
Manajemen Situs, pada umumnya dikelola oleh bagian IT maupun web admin. Sedangkan manajemen Jurnal dikelola oleh Manajer Jurnal yang bertugas untuk melakukan konfigurasi jurnal terkait menu, tata letak, dll. Dalam pengelolaan pun juga ada manajemen jurnal, yang dikelolah oleh Editor, Section Editor, Reviewer, copy editor, layout editor, dan proofreader.
“Sebenarnya manajemen jurnal-jurnal kita di Indonesia sudah bagus,” tegas Heri. Namun ia menekankan akan pentingnya editor. Editor di sini berfungsi sebagai wasit yang menengahi penulis dan reviewer. Sehingga, pengelolah jurnal sangat penting untuk memiliki editor yang memiliki rekam jejak kepenulisan ilmiah yang bagus.
Rekam jejak kepenulisan yang dimiliki editor sangat penting. Hal ini dikarenakan editor harus bisa membenahi artikel yang kurang bagus. Selain editor, peran para pengelola jurnal yang lain, diantaranya administrator, manajemen jurnal, editor, editor bagian, reviewer, copy editor, editor layout, dan proofreader juga diulas secara lebih dalam workshop ini. Editor bagian misalnya, bertugas untuk menentukan reviewer dan menperhatikan kesesuaian bidang ilmu topik yang dikirim author dengan isu jurnal.
Tidak hanya berkaitan dengan manajemen, momentum workshop ini digunakan untuk saling berbagi pengalaman baik sebagai pengelola maupun sebagai penulis/author. “Jurnal itu punya proses yang panjang,” tutup Yusuf selaku Moderator.
Proses Panjang Penerbitan Jurnal

Post navigation