#Edisi Ulangtahun RJI 1 Juni 2016-1 Juni 2017

Oleh: Erwin Rasyid

Nama Relawan Jurnal Indonesia atau disingkat RJI mungkin masih asing bagi beberapa orang. Organisasi nirlaba ini fokus pada kegiatan pendampingan pengelolaan jurnal ilmiah elektronik atau yang lebih dikenal dengan nama Open Journal System (OJS). RJI didirikan atas inisiasi beberapa pengelola jurnal yang ada di Yogyakarta dan di daerah-daerah lainnya seperti, Bandung, Makasar, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur. RJI adalah gerakan kerelawanan yang dengan sukarela memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga terkait pengelolaan jurnal elektronik kepada pengelola jurnal lain di perguruan tinggi, badan penelitian dan lainnya diseluruh Indonesia tanpa membeda-bedakan dan tanpa mengkotak-kotakkan.

Visi dari RJI adalah membantu pengelola jurnal mewujudkan pengelolaan jurnal secara elektronik yang berkualitas dan bereputasi di kancah Nasional. Lalu apa saja kegiatan yang dilakukan oleh RJI dalam kegiatannya mendampingi pengelolaan jurnal ilmiah elektronik yang ada di Indonesia ? Secara umum ada tiga bentuk pendampingan yang dilakukan oleh RJI, yaitu pertama, jurnal yang belum online akan dilakukan pendampingan agar bisa segera bertransformasi menjadi jurnal yang dikelola secara online atau sudah memiliki portal e-jurnal. Mulai dari proses instalasi, migrasi, hingga upgrade Open Journal System (OJS). Relawan Jurnal Indonesia (RJI) menyiapkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan jurnal tersebut agar bisa online.

Kemudian, yang kedua adalah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) mulai melakukan pendampingan kepada para pengelola jurnal untuk mengaplikasikan proses pengelolaan jurnal secara elektronik menggunakan platform Open Journal System (OJS). Mulai dari bagaimana online submission, online review, online editorial work, online publish dan indeksasi jurnal.

Ketiga, Relawan Jurnal Indonesia (RJI) melakukan pendampingan kepada jurnal-jurnal di Indonesia yang akan mengajukan akreditasi, sehingga para pengelola jurnal siap untuk mengajukan jurnalnya untuk proses akreditasi Jurnal. Persiapan akrditasi ini mulai dari bagaimana mendaftarkan jurnalnya di ARJUNA, mengisi formulir, dan mempersiapkan syarat-syarat akreditasi jurnal elektronik.

Ketiga hal yang telah disebutkan di atas lebih detail tertuangan dalam bentuk program kerja pendampingan jurnal ilmiah elektronik yang terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu tingkatan Beginner, Intermediate, Advanced, dan Expert. Pertama, pendampingan jurnal tingkatan Beginner adalah pendampingan terhadap jurnal yang belum dikelola secara elektronik agar bisa segera bertransformasi menjadi jurnal yang dikelola secara elektronik atau sudah memiliki portal jurnal. Mulai dari proses instalasi, migrasi, hingga upgrade OJS.

Pada tingkatan beginner, pengelola jurnal akan didampingi dalam proses pengurusan ISSN (online) hingga pengaturan dasar OJS. Beginner merupakan tingkatan paling dasar dalam sistem pengeolaan jurnal ilmiah elektronik.

Lalu pada tingkatan kedua, yaitu tingkatan Intermediate adalah pendampingan kepada para pengelola jurnal untuk mengaplikasikan proses pengelolaan jurnal secara elektronik menggunakan platform Open Journal System (OJS). Mulai dari bagaimana penyerahan artikel secara daring, review artikel secara daring, penyuntingan artikel secara daring, penerbitan artikel secara daring dan melakukan indeksasi jurnal pada lembaga pengindeks kelas rendah.

Pada tingkatan intermediate atau menengah, pendampingan akan lebih fokus pada bagaimana pengelola jurnal diajarkan mengenai bagaimana mengatur layout jurnal untuk tingkatan pemula hingga membuat setup menu OJS yang sesuai dengan standar kriteria DOAJ.

Kemudian tingkatan terakhir yaitu tingkat Advanced adalah pendampingan kepada jurnal-jurnal di Indonesia yang akan mengajukan akreditasi, sehingga para pengelola jurnal siap untuk mengajukan jurnalnya untuk proses akreditasi Jurnal. Persiapan akreditasi ini mulai dari bagaimana mendaftarkan jurnalnya di ARJUNA, mengisi formulir, dan mempersiapkan syarat-syarat akreditasi jurnal elektronik.

Tingkatan advanced ini telah memasuki tahap pendampingan untuk membuat layout jurnal tingkat mahir, editing naskah artikel sesuai kaidah penulisan dan kelaziman publikasi internasional sesuai standar COPE hingga pendampingan pemenuhan persyaratan pendaftaran ARJUNA.

RJI kini juga telah memiliki struktur organisasi untuk mewujudkan visi dan misinya. Mulai dari struktur organisasi di kepengurusan kordinator pusat hingga kepengurusan daerah yang di dalamnya terdapat kordinator daerah. Saat ini RJI diketuai oleh Andri Putra Kesmawan sebagai ketua kordinator pusat yang terpilih melalui musyawarah nasional yang diadakan di Yogyakarta desember lalu. Kordinator-kordinator daerah dari RJI saat ini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Bandung, Makasar, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur serta daerah-daerah lainnya.

Untuk mengetahu informasi detail terkait dengan profil dan agenda kegiatan apa saja yang diadakan oleh RJI, para pembaca bisa mengakses website resmi RJI di http://www.jurnalindonesia.org/.

Mari Mengenal lebih dekat Relawan Jurnal Indonesia

Post navigation