Mengawali pergantian menuju tahun 2017 sejumlah pengelola jurnal di Kalimantan Barat yang bergabung dalam wadah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) mengadakan pertemuan yang dirangkai dengan workshop Open Journal System (OJS) di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak pada hari Selasa, 10 Januari 2017. Pertemuan yang bertajuk kopi darat (kopdar) akan dihadiri oleh para pengelola jurnal dari perguruan tinggi di Kalimantan Barat diantaranya: Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, IAIN Pontianak, IAIS Sambas, IKIP PGRI Pontianak, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Pontianak, Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah, STKIP Melawi, Politeknik Negeri Pontianak, dan Politeknik Kesehatan Pontianak.

Kegiatan kopi darat oleh para pengelola jurnal RJI Kal-Bar didasari: (1) Surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 152 tahun 2012, dimana setiap sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk dapat lulus harus mempublikasikan tugas akhirnya di Jurnal nasional, nasional terakreditasi dan Internasional; (2) Jurnal sebagai publikasi ilmiah berkala dan membahas keilmuan yang lagi trend, akan memberikan dampak bagi kalangan kampus untuk senantiasa membangun komunikasi dengan masyarakat keilmuan yang ada dalam rumpunnya; (3) Jurnal sebagai publikasi ilmiah menjadi salah satu tolok ukur penting untuk peneliti dan dosen untuk mengisi satu dari tiga aspek tridharma perguruan tinggi, dimana penelitian dan publikasi ilmiah menjadi salah satu komponen penilaian kenaikan jabatan dalam jenjang karir peneliti dan dosen; (4) Saat ini masih banyak jurnal yang dikelola oleh perguruan tinggi di Kalimantan Barat belum terakreditasi dan terindeks. Bambang, Seorang Peneliti PDII-LIPI dan pernah menjadi Sekretaris Tim Perumus Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah DIKTI-LIPI 2012-2013, menyatakan bahwa jurnal ilmiah dibagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu: (1) Jurnal Nasional; (2) Jurnal Nasional Terakreditasi; (3) Jurnal Internasional; dan Jurnal Internasional Bereputasi. Berikut penjabaran 4 klasifikasi jurnal tersebut:

1. Jurnal nasional
Jurnal Nasional adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan
b. Memiliki ISSN
c. Memiliki terbitan versi online
d. Dikelola secara profesional: ketepatan keberkalaan, ketersediaan petunjuk penulisan, identitas jurnal, dll.
e. Bertujuan menampung/mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu
f. Ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang mempunyai disiplin-disiplin keilmuan yang relevan.
g. Diterbitkan oleh Penerbit/badan Ilmiah/Organisasi Profesi/Perguruan Tinggi dengan unit-unitnya.
h. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan atau Bahasa Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia.
i. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda
j. Mempunyai dewan redaksi/editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya dan berasal dari minimal dua institusi yang berbeda
k. Jurnal nasional yang memenuhi kriteria a sampai j dan terindeks oleh DOAJ diberi nilai yang lebih tinggi dari jurnal nasional yaitu maksimal 15.

2. Jurnal nasional terakreditasi
Jurnal nasional terakreditasi adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional berdasarkan peraturan Dirjen Dikti atau Kepala LIPI tentang terbitan berkala ilmiah dan mendapat status terakreditasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau kepala LIPI dengan masa berlaku hasil akreditasi yang sesuai.

3. Jurnal internasional
Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan
b. Memiliki ISSN
c. Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan Cina)
d. Memiliki terbitan versi online
e. Dikelola secara profesional
f. Editorial Board (Dewan Redaksi) adalah pakar di bidangnya dan biasanya berasal dari berbagai negara.
g. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam satu issue berasal dari penulis berbagai negara
h. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari berbagai negara dalam setiap penerbitannya

4. Jurnal Internasional bereputasi
Jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional pada point 3 dengan kriteria tambahan terindek oleh database internasional bereputasi (Scopus , Web of Science) dan mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau Scimago Journal Rank (SJR). Jurnal ini mempunyai urutan tertinggi dalam penilaian karya ilmiah dengan nilai maksimal 40. Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional pada butir 7 dan terindek oleh database internasional bereputasi (Scopus dan Web of Science) namun belum mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau Schimago Journal Rank (SJR) menempati urutan kedua dalam penilaian dengan nilai maksimal 30.

Dalam menilai jurnal, Bambang memaparkan parameter untuk mengukur reputasi jurnal ilmiah secara global yang dijadikan parameter pemilihan jurnal yang berkualitas, yaitu:

1. Journal Impact Factor (JIF)
Impact Factor diciptakan oleh Eugene Garfield dari Institute of Scientific Information (ISI, kini bagian dariThomson Scientific) pada tahun 1960 dengan menghitung indeks
sitasi (citation index) dari jurnal-jurnal yang diindeks oleh Thomson ISI dan dilaporkan setiap tahun dalam JCR (Journal Citation Report). IF saat ini dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas jurnal, semakin tinggi impact factor maka semakin berkualitas jurnal tersebut.

2. SJR dan SNIP
Scimago Journal Rank (SJR) dan Source Normalized Impact per Paper (SNIP) merupakan metoda pengukuran jurnal yang diterbitkan oleh Elsevier Scopus dengan membandingkan antara jumlah artikel yang mensitasi terhadap jumlah artikel yang dipublikasi oleh sebuah jurnal tetapi dengan mempertimbangkan kualitas dari jurnal yang mensitasi.

3. H-index dan i10-index
H-index adalah bilangan h terbesar dimana sejumlah h artikel paling sedikit mempunyai h citation. Perhitungan sitasi ini digunakan oleh Google scholar dan Scopus.

4. Jumlah publikasi dan persentasi penolakan artikel
Jumlah publikasi ilmiah yang masuk dan presentase penolakan artikel, akan memperlihatkan seberapa banyak jurnal tersebut diminati oleh komunitasinya dan proses review yang dilakukan oleh suatu jurnal.

5. Jumlah Sitasi
Banyaknya jumlah sitasi akan memperlihatkan dampak dari suatu tulisan sehingga dengan meningkatnya sitasi setiap artikel akan mempengaruhi kualitas dari suatu jurnal, serendah-rendahnya sitasi bisa diperoleh dari google scholar dan alangkah lebih baik dapat diperoleh dari scopus/ web of science.

6. Dewan redaksi
Dewan Redaksi umumnya terbagi atas seorang Editor-in-Chief, beberapa Co Editors, dan banyak anggota redaksi atau editorial board members. Kualitas dewan redaksi dapat dilihat dari latar belakang dan afiliasi, namun yang paling penting adalah pengalaman dalam menulis di artikel jurnal dan berapa kali di sitasi yang dapat dilihat dari masing-masing h-indeks setiap anggota dewan redaksi.

7. Akreditasi Jurnal
Akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia bertujuan untuk mengontrol kualitas terbitan yang dihasilkan jurnal ilmiah sesuai dengan kaidah ilmiah. Di Indonesia terdapat dua lembaga yang mengakreditasi jurnal ilmiah yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk mengakreditasi jurnal di bawah perguruan tinggi dan asosiasi profesi kemudian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengakreditasi jurnal di bawah lembaga penelitian dan kementerian.

8. Indeksasi Jurnal
Indeksasi jurnal bertujuan untuk mendiseminasikan dan menyebarluaskan jurnal yang terbit sehingga dapat dikenal. Lembaga pengindeks ada yang berperan hanya mengindeks metadata (agregator), dan sebagai pemeringkat jurnal seperti Scopus dan Web of Science,
kemudian ada yang berskala nasional dan internasional, dan ada yang berbasis bidang keilmuan. Berikut ini adalah daftar dari lembaga pengindeks yang ada saat ini dan jumlahnya terus bertambah.

  • SCOPUS – Elsevier (http://www.info.scopus.com )
  • Web Of Science, (http://www.webofknowledge.com)
  •  ISJD, (http://jurnal.pdii.lipi.go.id)
  • Moraref,( http://moraref.org /)
  •  CiteSeerX – (http://citeseer.ist.psu.edu/)
  • CiteULike – (http://www.citeulike.org/user/bcrec)
  • Mendeley – (http://www.mendeley.com/profiles/bcrec-undip/)
  • CrossRef – (http://www.crossref.org)

Sebagai penutup uraian dalam pertemuan dan workshop OJS hari ini, berikut 18 tips/strategi pengembangan Jurnal Ilmiah Bereputasi Internasional dari Istadi seorang Editor in Chief of Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis.

1. Peningkatan kualitas artikel ilmiah harus mengikuti rambu-rambu: Akreditasi Jurnal Ilmiah Nasional; berbahasa Inggris atau bahasa resmi PBB lainnya.
2. Jurnal diharapkan mengikuti platform jurnal-jurnal internasional yang terkenal, baik dari segi tampilan,bahasa, pengelolaan, layout artikel, dan sistem editorialnya, misalnya: Elsevier, Springerlink, Taylor & Francis, Wiley Interscience, American Chemical Society
3. Jurnal harus ada versi versi online/elektronik (sedangkan versi cetak – opsional) seperti jurnal internasional pada umumnya.
4. Jurnal versi elektronik/online sebaiknya menggunakan sofware aplikasi Open Journal System (OJS), karena banyak fitur spesial untuk pengelolaan dan indeksasi e-journal.

5. Nama Jurnal sesuai ISSN, Sistem Volume Nomor, dan Halaman Abtrak Artikel:

  • Nama Jurnal harus baku standard internasional dan jelas agar ketika tracking sitasi tidak terlewati.
  • Berikan panduan mensitasi (Reading Tools) ar?kel tersebut, agar tidak ada kesalahan dalam tracking sitasi, termasuk informasi DOI.
  • Halaman Abstract artikel harus memuat Judul Sirahan / Running Title): Nama Jurnal, Volume, Nomor, Tahun, Halaman awal-halaman akhir

6. Sebaiknya setiap artikel mempunyai alamat URL yang unik.
7. Onlinekan PDF Fulltext semua issue jurnal: unggah fulltext PDF semua nomor terbitan menggunakan plugin “Quick Submit Plugin” di Open Journal System. Metadata jurnal tampilkan lengkap (judul artikel, penulis, afiliasi penulis, abstrak in English, keywords).
8. Struktur Pengelola Jurnal Ilmiah: harus sesuai dengan platform jurnal ilmiah internasional pada umumnya (Editor-in-Chief; Managing/Associate Editor; International Editorial Board, Assistant/Layout Editor; Administration). Tidak ada “Penanggungjawab” dan “Penasehat” di jurnal ilmiah. Reviewer tidak ditampilkan di bagian Pengelola jurnal ilmiah, tetapi dalam halaman khusus ucapan terima kasih.
9. Aims and Scope, Editorial Board, Author Guidelines, dan Publication Ethics & Malpractice Statements, dan Indexing & Abstracting sebaiknya ditampilkan di top menu dan halaman terpisah dari lainnya (bukan model blog).
10. Geographical Diversity in Reviewer: sebaiknya ada perwakilan dari 5 benua (Asia, America, Eropa, Africa, Australia). Sebaiknya yang sudah pernah publikasi di Scopus dan sudah memiliki h-indeks di Scopus. Tampilkan h-index Scopus di profil Reviewer tersebut. Mencari Reviewer Potensial bisa dari Portal ScienceDirect dengan searching bidang ilmunya.
11. Geographical Diversity in InternaEonal Editorial Board: sebaiknya ada perwakilan dari 5 benua (Asia, America, Eropa, Africa, Australia). Sebaiknya yang sudah pernah publikasi di Scopus dan sudah memiliki h-indeks di Scopus. Tampilkan h-index Scopus di profil Editorial Board tersebut.
12. Geographical Diversity in Authors: sebaiknya terwakili oleh 5 benua (Asia, America, Eropa, Africa, Australia) jika mungkin. Sebaiknya lakukan Call for Paper kepada Potential Authors misalnya pencarian di SCOPUS atau ScienceDirect. Juga undang mereka sebagai Reviewer.
13. Lakukan Indeksasi Jurnal Imiah di Pengindeks Internasional Bereputasi: Nasional: portal garuda, Indonesian Citation Index, Portal IPI; ISJD; Internasional: Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Chemical Abstract Services, GetCited, Mendeley, WorldCat, Engineering Village, Compendex, Embase, Reaxys, SCOPUS, Scirus, Ulrichweb Periodicals, PubMed, CrossRef, Thomson Web of Science, ASEAN Citation Index, Proquest.

14. Implementasikan sepenuhnya Sistem Manajemen E-journal dengan online (suggested to use Open Journal System):

  • Online Submission of Manuscript by Author
  • Online Tracking of Manuscript by Author
  • Online Review by Reviewer
  • Online Editorial Works by Editors
  • Online Layout Editing and Copyediting by Assistant Editor
  • Online Proof-Reading by Authors
  • Online Publishing (Volume, Issue/No, Year, InPress)

15. Tampilkan Indikator Capaian Jurnal di halaman depan Portal dengan tujuan agar Para Penulis potensial tertarik untuk menulis di jurnal tersebut. Misalnya: Jumlah publikasi, sitasi, dan h-index di Google Scholar dan/atau di Scopus.
16. Gunakan standar yang baku untuk References atau Daftar Pustaka, sebaiknya gunakan Aplikasi Reference Manager. Minimum 80% dari daftar pustaka sebaiknya dari literatur primer.
17. Lakukan Call for Papers ke beberapa Penulis Potensial, termasuk tawaran menjadi Reviewer dari berbagai bidang ilmu sesuai skop jurnal. Gunakan Portal Sciencedirect (http:// www.sciencedirect.com) untuk mencari Reviewer/Penulis potensial.
18. Hubungkan/publikasikan portal E-Journal dengan Social Media, seperti: Facebook, Twitter, dan lain-lain.

Kopi Darat Relawan Jurnal Indonesia Kalimantan Barat

Post navigation