Berikut ini adalah catatan hasil Indonesian Editors Workshop di Bali kemarin:

1. WoS maupun Scopus menerima fulltext berbahasa indonesia asal bibliografi berbahasa inggris, dan jurnal tersebut memenuhi kriteria lain yang dipersyaratkan.

2. Citedness suatu jurnal di Scopus adalah dihitung dari citedness editor (editor memiliki sitasi yang cukup di Scopus), dan citedness article (yakni artikel jurnal tersebut disitasi minimal 10 kali oleh jurnal terindeks scopus).

3. Jika ada jurnal yg terkendala proses review sherpa romeo yg terlalu lama, bisa kontak feedback@doaj.org agar dibantu mempercepat proses itu.

4. Jika ada jurnal tidak puas dengan penilaian managing editor doaj. Merasa sdh sesuai standar namun tetap di tolak. Bisa komplain atau banding dengan kirim email ke feedback@doaj.org tentunya dengan bukti link dan email.

5. Copyright dan License itu adalah dua hal yang berbeda, seharusnya dalam copyright notice tidak mencantumkan license saja, namun Copyright dari artikel tersebut bagaimana (dimiliki oleh penulis atau dimiliki oleh jurnal).

6. Jurnal di indonesia jangan asal submit di scopus, minimal yg harus di cek adalah citedness. Karena sdh terlalu bnyak rejected dari indonesia.

7. Ojs 3.1 adalah versi ojs yg sangat disarankan oleh kevin founder pkp untuk digunakan pengelola jurnal, karena bnyak sekali upgrade dari versi sebelumnya.

8. Todak masalah jika suatu jurnal tidak pernah upgrade OJS ke versi yang lebih baik, namun jurnal tersebut akan melewatkan fitur-fitur baru di versi OJS terbaru.

9. Kevin secara pribadi menyarankan untuk instalasi single jurnal, bukan multiple jurnal, selain memudahkan upgrade juga karena alasan keamanan, secara institusi beliau menggunakan single instalation di kampusnya.

10. PKP PLN bukan program untuk backup artikel jurnal. Namun merupakan program pengarsipan artikel dari suatu jurnal agar terjamin ketersediaannya secara permenen. Jika suatu jurnal menyatakan diri di tutup atau berakhir masa keberkalaannya serta menutup webnya, maka bisa menghubungi contact support PKP untuk mengaktifkan artikel yang telah tersimpan. Sehingga artikel bisa ditelusuri daring secara permanen.

11. PKP tidak akan upgrade versi OHS yg sekarang karena pertimbangan fungsinya.

12. PKP akan memulai upgrade OCS tahun 2018, namun tidak akan banyak perubahan.

Ditulis oleh Mochammad Tanzil Multazam
Data berasal dari presentasi dan diskusi secara personal dengan pemateri.

Email: tanzilmultazam@umsida.ac.id 

Resume Indonesian Editors Workshop

Post navigation


Skip to toolbar