Gerilya merupakan salah satu strategi perang yang paling terkenal dan banyak digunakan oleh beberapa negara dalam setiap peristiwa perang. Indonesia dan Vietnam merupakan dua negara yang dikenal sebagai pengguna taktik perang ini. Taktik gerilya digunakan pada saat menyerang musuh dengan jumlah besar yang kehilangan arah dan tidak menguasai medan perang.

Jika diejahwantahkan ke dalam bahasa yang positif, taktik perang gerilya juga dapat digunakan sebagai bentuk strategi komunikasi untuk mengkampanyekan sesuatu yang positif kepada khalayak luas. Hal ini pula yang dilakukan oleh Heri Nurdiyanto, ketua koordinator daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) provinsi Lampung.

Dalam lawatannya di Lampung, bak seorang pejuang Heri Nurdiyanto melakukan gerilya seorang diri untuk membedah jurnal dibeberapa perguruan tinggi yang ada di Lampung. Lokasi pertama yang dikunjungi oleh Heri Nurdiyanto adalah Padepokan Jurnal Institut Agama islam Ma’arif Metro lampung (29/07). Di lokasi tersebut Heri Nurdiyanto membawakan materi mengenai tata cara setting Doi dan serta alur dan proses mendaftar Arjuna.

Kemudian setelah kunjungan di Padepokan Jurnal, Heri Nurdiyanto melanjutkan perjuangannya dalam menggiatkan publikasi di Lampung dengan mengunjungi almamaternya kampus IBI Darmajaya Lampung (01/08). Di lokasi gerilya yang kedua ini, Heri Nurdiyanto membawa misi revitalisasi jurnal bisnis dan manajemen IBI Darmajaya.

Cerita perjuangan Heri Nurdiyanto bergerilya di Lampung masih akan berlanjut, nantikan kisah selanjutnya hanya di official website RJI.

Gerilya Bedah Jurnal RJI di Lampung

Post navigation


Skip to toolbar